Tulisan ini adalah tulisan terakhir dari tujuh buah tulisan tentang open source. Kali ini saya mengupas sisi pendidikan.
Saya hanya bertanya, kenapa Anda-anda sekalian terbiasa dengan Windows? Jawabannya tentu saja, karena di rumah sudah ada komputer dengan Windows sebagai operating systemnya. Dari kecil sudah terbiasa memakai windows. Anda beruntung saudara-saudara. Saya dulu pertama kali kenal komputer, OS-nya masih DOS. Mengetik dir, cd, md, rd, del, copy, dan move adalah makanan sehari-hari. Sampai sekarang pun saya masih inget kok syntaxnya.
Nah, bagaimana dengan OS yang open source? Kebanyakan tidak mau belajar lagi, karena sudah biasa dengan Windows. Legalitas? Cuih, apa itu? Makanya, seharusnya si Linux ini dibiasakan untuk dipakai ketika sang anak masih kecil. Jadi dia ngerti yang namanya terminal, ngerti perintah-perintah semacam ls, pwd, su, chdir, dan lain-lain. Jadi yang diajarkan di sekolah bukan lagi Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint tetapi OpenOffice Writer, Calc, dan Impress.
Barusan saya baca artikel di TempoInteraktif, pemerintah sudah menyiapkan langkah brilian untuk mengenalkan open source
Ristek Sediakan Kurikulum Open Source Bagi Pelajar
Kamis, 13 November 2008 | 17:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi telah menyiapkan buku kurikulum open source bagi pelajar Sekolah Menengah Atas. “Sekarang masih disusun untuk pelajar SMK (Sekolah Menengah Kejuruan),” kata Staf Ahli Bidang Teknolgi Informasi dan Komunikasi Kementerian Engkos Koswara dalam temu wartawan di Jakarta (13/11)
Tak hanya pelajar kejuruan, kementerian juga berencana membuat modul bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama dan juga pelajar sekolah dasar. Materi tersebut diserahkan ke Departemen Pendidikan Nasional pada 28 Oktober lalu. “Kami tidak punya wewenang untuk memasukkan ke kurikulum,” tambah Engkos. Oleh Departemen, materi tersebut dimasukkan ke jaringan Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kemal Prihatman menegaskan modul tersebut bisa diakses oleh pelajar SMA dan sederajat. Pihaknya tengah bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia dan PT. Telkom untuk memberi pengetahuan dasar bagi calon guru tentang open source.
Rencana modul bagi pelajar Sekolah Dasar (kelas 4-6 SD) dan siswa SMP serta SMK baru direalisasikan tahun depan.
Wow, akan ada kurikulum tentang Open Source. Jadi tidak perlu menunggu di perguruan tinggi untuk mengenal linux. Jangan seperti saya, yang baru mengenalnya di SMA. Pas perguruan tinggi baru dipaksa memakai linux karena pas praktikum dasar pemrograman dan praktikum algoritma struktur data disuruh pakai fedora.
Mungkin saudara-saudara bisa mengusulkan ke pemerintah, apa yang perlu diajarkan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah di bidang Open Source Software ini? Kalau saya sih punya usul agar materi-materi ini dimasukkan ke kurikulum sekolah menengah:
- Pengenalan tentang web, mengenai HTML dan CSS
- Dasar pemrograman, dengan menggunakan bahasa pascal
- Konsep pengembangan Open Source Software
- Pemanfaatan Internet dan etikanya
Soalnya saya lihat banyak yang pas perguruan tinggi cuma bisa buka friendster. Menulis komentar di blog orang dengan gaya ABG, seCaRA gW giTu LoCH,,, nggak ngerti HTML dan CSS. Terus perlu diajari setidaknya dasar-dasar pemrograman. Tidak perlu terlalu dalam, dikasih if then else dan looping saja sudah cukup.
Kalau untuk linux, yang perlu diajarkan adalah cara instalasinya, cara memakai software-software seperti GIMP dan Open Office. Syntax-syntax perintah di terminal, juga cara instalasi software. Mungkin Anda ada ide lain, materi apa yang perlu diajarkan?
Dasar pemrograman anak SMP pakai Basic dulu, jangan pascal.
Namanya juga BASIC (Beginner All-purpose Symbolic Instruction Code), for beginner gitu loh
IMHO basic memang asyik karena
1. Enggak ada titik koma
2. Enggak ada kurung keriting
Udah selesai ya… semoga menang lombanya, dapet laptop
yang ada ubuntu-nya(:[Ryan]
Iya sih…
Dulu saya belajar BASIC, compilernya kalau nggak salah qBASIC, emang gampang sih…
Tapi, Pascal juga udah lumayan gampang kok…
Yang jalas jangan diajari C utawa java dulu, JANGAN!
assembly?
Gimana kalo diajari LISP aja? Biar mabuk tanda kurung
*ngAkAk kOpRoLL,,,,*
[Ryan]
Sakit kow…
[lambrtz]
Ah, cukup belajar LISP pas Dasar Pemrograman Semester Kemarin…
Mata Capek ngitungin tanda kurung…
Masa bikin 1*2+3/4 aja harus (+ (* 1 2) (/ 3 4))…
Merepotkan sekali…
eMaNGnyA eLo SiAPA? kOk bErAni-beRAniNya nGeTawaIn gW..? Ha? hA?
Jadi ingat dulu pertama kali belajar komputer, harus belajar DOS yang pakai C> (C prompt, kalau nggak salah), kemudian dilanjut dg WS, dilanjut lagi pakai lotus 123, lotus 123 RW, tapi sekarang sudah lupa semua, apakah sekarang masih ada ya yang menggunakan program tersebut? he..he…
[joker]
La, yang ngajarin saya aplikasi aplikasi itu kan Bapak…
Di Lotus itu pake /wcs buat nggedein kolom, bla, bla…
Command Prompt masih dipakai kok, buat ngompile souce code…
gcc -c hello.o hello.c hello
javac hello.java
Lalala
berarti comand prompt / DOS merupakan dasar semua program komputer ya?. tp kelihatannya kebanyakan orang nggak mau belajar hal itu, kenapa ya? biasanya orang hanya “yang penting bisa mengoperasikan komputer” sudah….termasuk saya he..he..
Beuh, cobain FreeBSD, mabok command prompt pasti!
Ide bagus ni ngajarin open source! Gw malah baru nyoba linux pas kuliah, udah telat banget dah (berhubung g punya koneksi yang bisa diandalkan sampe kuliah)
Betul…
Gunakan FreeBSD…
Silakan masuk ke terminal FreeBSD, silakan muter-muter terminal sampai nyasar entah ke mana…
Kebanyakan orang sekarang pengennya tinggal tau beres. Pokoknya tinggal klak-klik-klak-klik tanpa mau tau apa sebenarnya yang terjadi di balik suatu proses. Tapi mau bagaimana lagi, zaman sudah berubah. Kebanyakan orang tidak lagi mengenal apa itu DOS/command console lainnya. Taunya GUI semua.
Kalau saya dulu pake dari IBM-DOS 3.20, terus MS-DOS 6.20, baru Windows 95. Masih pakai WordStar 4, Lotus 123 R2.2, dBase III, Direct Access (omong2 Alfamart di cisitu masih pakai Direct Access), dll. Dulu sempat pernah pakai komputer Intel 8088 dengan kecepatan 8 MHz (bener 8 MHz, tidak salah ketik…). Sekarang pakai komputer sudah ukuran GHz, OS langsung GUI (kalau tidak mau disebut Windows). Zaman memang sudah berubah…
Tapi apalah awa ini…
Cuma kaleng-kaleng sahaja…
[joker]
Ah, ndak juga…
Masih ada sistem hardware di bawahnya…
[ixtad]
Emang sih…
Command prompt mulu isinya…
[Jiwo]
Ternyata situ mengenal komputer jauh lebih dulu daripada saya…
Komputer yang pertama saya pegang MS-DOS 5.00, Lotus 1-2-3 release 2.4, WordStar 7.0, dBase, punyanya Budhe saya di Solo…
Terus yang pertama saya punya Pentium 133 MHz, 16 MB RAM, 512 MB Hard-Disk, sama Win 95…
Zaman itu ah…
Tahpapa -_-
… dan juga terminal…
jadi terharu sama niat pemerintah bikin kurikulum open source. kok bisa ya ? padahal khan susah ngabisin sisa anggaran pake open source.
semoga generasi setelah kita engga lagi alergi open source, secara kita telat banget belajar open source-nya, udah keburu ke-enakan pake windos.
beruntung pak Ixtad udah belajar open source waktu kuliah, saya mah belajar open source-nya dikantor sambil bete karena mo ngapa-ngapain ko berasa susah.
hohoho, belum tau yah. sekolah Open Source di bandung udah banyak. budak-budaknya POSS (budak dalam arti positif loh). VIVA OPEN SOURCE!!!
[Jiwo]
Ho oh…
[kellyamareta]
Lebih baguslah, timbang kalo anggarannya dipake buat beli lisensinya windows…
Tambah jebol anggarannya…
[Zulfikar]
Promosi nih, promosi…
mark as spam aaahhh…cb dl pertama kali saya dikenalin ama linux, jd ngga penasaran kayak skrg..
skrg mahasiswa kebanyakan make ms office lisensi kampus, trus kl dah tamat masi bole dipake jg? beli 3 juta-an?
ah anak skrg memang makin canggih..SMK siap kerja, sedia SDM FLOSS..ngga bakal bingung buat support pemula spt saya..sip dah
[dani]
Duh, kalo udah lulus nggak boleh kayaknya…
lisensi kampus itu setahun, perpanjang, setahun, perpanjang lagi…
Kalau udah lulus, ntah deh nanti…
Saya sih pake OO saja…
Memang pembiasaan penggunaan OS di komputer itu harus dari awal.
hehehe
Kalo udah sangat biasa gunain OS yg Open Source, mungkin pake’ windows malah bingung ya